Reportikaindonesia.com // Luwu Utara, Sulawesi Selatan – Rabu, 4 Februari 2026, Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Luwu Utara terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar agenda rutin, rapat tersebut menjadi momentum penting yang menandai sikap resmi lembaga legislatif terhadap cita-cita lama masyarakat Tana Luwu: berdirinya Provinsi Luwu Raya.
Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, membuka pembahasan dengan nada tegas namun tenang. Ia menegaskan bahwa pemekaran wilayah merupakan kebutuhan strategis untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini jauh dari pusat layanan publik.
Berpijak pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, DPRD Luwu Utara mendorong pembentukan daerah persiapan Provinsi Luwu Raya sebagai langkah konstitusional dan terukur.
Menurut Husain, forum paripurna ini merupakan bentuk tanggung jawab politik DPRD dalam menjawab aspirasi masyarakat.
Kesepakatan lintas fraksi menjadi penanda kuat dukungan kelembagaan. Seluruh fraksi DPRD Luwu Utara — PAN, Golkar, NasDem, Demokrat, Gerindra, dan PKB — secara bulat menyatakan persetujuan tanpa catatan. Rekomendasi DPRD pun ditandatangani sebagai keputusan resmi lembaga, bukan sekadar pernyataan sikap.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Bupati Luwu Utara yang diwakili Sekretaris Daerah, Datu Luwu, para pemangku adat, unsur Forkopimda, jajaran OPD, APDESI, OKP, insan pers, hingga perwakilan LSM. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan bahwa isu Provinsi Luwu Raya telah melampaui batas institusi dan menjadi agenda kolektif masyarakat.
Menjelang penutupan rapat, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, mengajak seluruh pihak untuk menjaga konsistensi perjuangan. Ia menegaskan bahwa dukungan politik yang telah diberikan harus dilanjutkan dengan kerja-kerja konkret agar tidak berhenti sebatas seremoni.
Seruan “Provinsi Luwu Raya” pun menggema bersama di ruang paripurna. Suara kolektif itu menjadi penegasan sikap: DPRD Kabupaten Luwu Utara memilih berdiri di barisan depan dalam perjuangan sejarah Tana Luwu.
• Red



