Reportikaindonesia.com // Serang, Banten – Tepat pada tanggal 19 Maret 2026 tak terasa 19 (sembilan belas tahun) sudah usia Padepokan Tajimalela Ujung Kulon Raksa Jagat Putra Siliwangi sejak didirikannya di Ujung Kulon pada tanggal 19 Maret 2007 dipimpin langsung oleh Abah Aep Saepudin, S.PdI,. Padepokan yang saat ini terletak di Kp.Dahu Tengah Desa Parigi Kecamatan Cikande Kabupaten Serang-Banten memiliki tujuan salah satunya yaitu memelihara, mengembangkan, dan melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa Indonesia yang tidak bertentangan dengan agama Islam serta melakukan pembinaan membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang- Undang Dasar 1945, Serang 25/2/2026.
Ketua Umum Padepokan Abah Aep Saepudin, S.PdI menyatakan bahwa pendirian Padepokan Tajimalela Ujung Kulon Raksa Jagat Putra Siliwangi dibawah asuhan Rd.Sastra Nagara di Ujung Kulon disertai oleh para penasehat dan para pembina seperti Abah Udin Alm.Maja, Abah Iyan Cirinten, Abah Jaro Nalim Baduy, Abah Embuy Burhanudin Pamarayan serta yang lainnya, terus melakukan kegiatan-kegiatan positif ditengah masyarakat sesuai dengan AD/ART Padepokan Tajimalela.
“Kami menyadari bahwa di tengah dinamika perubahan jaman saat ini, kami harus berbuat yang lebih baik untuk masyarakat kita, memberikan sosialisasi dan membantu generasi muda berkiprah positif di masyarakat dan lingkungannya, apalagi kemajuan teknologi semakin canggih, transformasi digitalisasi informasi memberikan efek memprihatinkan pada perkembangan moral dan mental anak bangsa, jika tidak diperlakukan dan difahami dengan bijaksana sebagai bagian dari hidup ditengah kemajuan teknologi saat ini, maka akan menjadi pembunuhan karakter terhadap generasi muda khususnya dalam mengisi pembangunan,”ujar Ketum Padepokan Tajimalela.
Lanjutnya, “Padepokan ini bukanlah sebuah Ormas atau LSM, melainkan murni sebagai “Padepokan”, sehingga pola pendekatan nya adalah melalui pendekatan pembentukan sedini mungkin mengenai keluruhan berbudi, berakhlak dan berestetika, salah satu bentuk kegiatan adalah melakukan pembinaan kepada anak anak kita generasi muda dan kita sebagai orang tua untuk mampu menanamkan nilai-nilai agama dan juga pemahaman nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 di dalam kehidupan bernegara di NKRI ini, kemudian untuk memperkokoh jalinan silaturahmi kami memiliki nilai-nilai moral yang senantiasa selalu diterapkan warga padepokan yakni silih asah, silih asih, silih asuh, silih seungitan, silih elingkeun, silih geuingkeun, silih tulungan dina jalan kahadean,’ tegasnya.
Eksistensi padepokan melalui peningkatan peran yang berorientasikan pada pembinaan dan pembentukan keluruhan budi pekerti dalam membangun bangsa, di era transformasi digitalisasi informasi semakin eksis berkontribusi pada penguatan sumber daya manusia yang senantiasa bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, yang dikuatkan dengan motto” Neangan dulur salembur, baraya sanagara ku jalan Siliwangi”, sehingga diharapkan Padepokan ini memberikan kontribusi pengembangan sumber daya manusia yang memiliki nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.
Diakhir pertemuan dengan awak media Reportikaindonesia.com Ketua Umum Padepokan Tajimalela menyampaikan makna kata dari Tajimalela sebagai berikut;
Tajimalela :
Ta, :Taklukan nafsu jahat dalam diri
Ji, :Jiwa murni pangkal keluruhan budi
Ma, :Mantapkan rasa penyerahan diri pada ALLAH SWT
Le, :Lekatkan keberanian diatas kebenaran, dan
La, :Lapangkan dada di mata kesombongan.
Korwil Banten:Endang Mulyawan



