Reportikaindonesia.com // Luwu Utara, Sulawesi Selatan – Rangkaian kegiatan Perkemahan Satuan Karya (Saka) Kencana Gerakan Pramuka Kabupaten Luwu Utara resmi berakhir pada Sabtu (25/7/2026). Acara penutupan dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Luwu Utara, dr. Haslinda Andi Hamzah, S.Ked., M.Kes., yang bertindak selaku pembina teknis Saka Kencana.
Sebelumnya, perkemahan yang berlangsung selama lima hari ini dibuka pada Senin (21/7/2026) oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Luwu Utara, Ir. Hj. Misnawati Andi Abdullah Rahim, S.T., M.T. Seluruh aktivitas peserta dipusatkan di Dusun Porodoa, Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng.
Kepala Dinas DP3AP2KB Luwu Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kedisiplinan para peserta. Ia menekankan bahwa Saka Kencana berperan penting dalam mengedukasi generasi muda terkait isu kependudukan dan keluarga berkualitas.
“Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan wadah pembinaan karakter bagi kader muda untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, khususnya dalam bidang kependudukan dan KB,” ujar dr. Haslinda.
Keberhasilan perhelatan akbar ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara panitia pelaksana, Pemerintah Desa Mappedeceng, warga lokal, serta Karang Taruna setempat. Selama lima hari, semua pihak saling bahu-membahu memastikan kelancaran logistik, keamanan, dan kenyamanan ratusan peserta yang hadir.
Dampak positif dari kehadiran peserta perkemahan juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Alhi Remfage, warga Dusun Porodoa, mengungkapkan rasa bangganya karena desanya dipilih sebagai tuan rumah.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan membawa suasana positif di kampung kami. Kami melihat semangat pemuda-pemuda Pramuka yang disiplin. Kami sangat berharap di masa mendatang, kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan di Dusun Porodoa,” ucap Alhi dengan antusias.
Senada dengan warga, Kepala Desa Mappedeceng memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyoroti adanya dampak ekonomi nyata yang dirasakan oleh pedagang kecil dan pelaku UMKM di sekitar lokasi perkemahan.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain membina karakter generasi muda, kehadiran ratusan peserta perkemahan terbukti menghidupkan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari penjualan kebutuhan harian hingga kuliner lokal,” pungkas Kepala Desa Mappedeceng.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Saka Kencana Luwu Utara kembali membuktikan bahwa gerakan kepramukaan mampu memberikan manfaat ganda: membentuk mentalitas kader yang tangguh sekaligus memberikan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat tempatan.
• Red



