Reportikaindonesia.com // Morowali, Sulawesi Tengah – Warga Toraja yang berada di Morowali Sulawesi Tengah melalui Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) meminta perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara terkait pembinaan dan pemberdayaan warga Toraja yang merantau.
Hal itu disampaikan Ketua KKT Morowali, Dupliyanto, didampingi para pengurus KKT saat menerima rombongan jurnalis Toraja dan Makassar dalam kegiatan Media Tour Jurnalis di ruang pertemuan kantor Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Senin (7/9/2026].
“Jumlah warga Toraja di Morowali cukup banyak. Sebagian besar bekerja di sektor industri dan UMKM. Kami berharap Pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara tidak melupakan saudara-saudara kita di rantau,” ujar Dupliyanto.
Mewakili KKT, Dupliyanto meminta kedua Pemkab membuat database warga Toraja di luar daerah agar komunikasi dan pembinaan lebih mudah.
“Kami rutin gelar misa, natal, dan kegiatan adat. Tapi dana terbatas. Kalau ada bantuan dari Pemkab Tana Toraja serta Toraja Utara, sangat membantu untuk jaga budaya Toraja tetap hidup di sini,” katanya.
Terkait soal pemulangan jenasah, Dupliyanto juga meminta perhatian kedua pemkab yang ada di Toraja.
“Ini yang paling sering jadi keluhan. Biaya pemulangan jenazah ke Toraja sangat besar. Kami mohon ada perhatian khusus,” tambahnya.
Sementara ketua tim tour jurnalis, Oki Salmon menyatakan siap menjembatani aspirasi ini ke Pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara.
“Ini jadi catatan penting bagi kami media dan pemerintah. Warga Toraja di mana pun berada tetap bagian dari keluarga besar Toraja. Sinergi harus terus dijaga,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan senior jurnalis yang ikut rombongan, Tommy Tiranda, berharap Pemkab dua kabupaten bisa melibatkan KKT dalam setiap program Pemkab Tana Toraja serta Toraja Utara, terutama yang terkait perantau dan promosi budaya Toraja di luar daerah.
Ditegaskan Tommy, Pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara jalin sinergitas, optimalisasikan kolaborasi.
Ia menekankan bahwa tantangan daerah tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga koordinasi dengan Forkopimda, aparat penegak hukum, dan instansi vertikal sangat krusial.
Sinergitas yang solid diharapkan mampu mempercepat penanganan persoalan masyarakat secara terpadu dan tepat sasaran, kunci Tommy
Sekedar diketahui, hingga saat ini, KKT Morowali tercatat memiliki 10.000 anggota aktif yang tersebar di Kecamatan Bungku, Bahodopi, dan sekitarnya.
(Sal).



