Reportikaindonesia.com // Bandung, Jawa Barat – Momentum tahun pertama sebagai hari “Kebudayaan” yang ditetapkan oleh pemerintah 17 Oktober 2026 menjadi fenomena menarik, karena berhasil memberi pembelajaran kepada bangsa ini dengan mempraktekkan cara berdemokrasi sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia .
Hal ini dipraktekkan dalam pemilihan Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara FSKN dilakukan secara Musyawah Mufakat dengan aklamasi memilih Dr. Brigjen Pol (P) A.A. Mapparesa untuk periode 2026-2031.
FSKN sebagai tempat berhimpun nya kurang lebih 300 Raja dan Sultan se Nusantara telah membuktikan diri sebagai gerakan kebudayaan sesuai nilai-nilai Leluhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Dalam tradisi memilih pemimpin tidak harus meng inport budaya Barat sebagaimana sekarang yang dipraktekkan dalam sistem demokrasi liberal dalam berbagai pemilihan pemimpin di berbagai organisasi kemasyarakatan maupun organisasi politik dengan cara satu orang satu suara dikenal One Man One Vote .
Sementara Hasbullah Fudail berharap dimasa kini dan depan, FSKN harus mampu melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang sudah membumi di bumi Nusantara. Agar nilai-nilai budaya bangsa ini tidak tergerak dan hilang ditelan oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.
• Red



