Reportikaindonesia.com // Toraja Utara, Sulawesi Selatan – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti penutupan Toraja Highland Festival (THF) di Buntu Pune Kesu’, Toraja Utara.
Ketua Masata, Damayanti Batti, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas dukungan yang diberikan sehingga event THF dengan acara Merok dapat berjalan dengan lancar, aman, dan meriah.
Dijelaskan Damayanti, keberhasilan THF tahun ini bukan karena kerja Masata saja, tetapi karena dukungan dari semua pihak.
THF 2026 hadir dengan konsep yang berbeda, yaitu kolaborasi dengan upacara adat Toraja. Kali ini upacara Merok Tongkonan Potoksia dan Kamiri di Buntu Pune.
Kegiatan hari terakhir adalah fun bike, pertunjukan seni tari dan musik, menambah semarak THF 2026.
Tujuan menghadirkan seniman lokal baik tari maupun musik adalah untuk memberikan wadah bagi kreativitas anak-anak muda di Toraja.
Apresiasi lettoan diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada keluarga tongkonan yang telah berupaya membuat kreasi lettoan yang menarik.
Lomba foto diadakan untuk memberi kesempatan kepada para fotografer dalam mendokumentasikan kegiatan Merok dan mendapatkan foto yang berkualitas.
Harapannya THF dapat terus hadir di Toraja dan menjadi bagian bagi perkembangan seni budaya Toraja dan pariwisata daerah.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kami. THF tahun ini bisa berjalan lancar karena dukungan dari Keluarga Besar Buntu Pune, dari Panitia THF, dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, dari Kodim 1414/Tator, dari Polres Toraja Utara, dari wartawan, dan dari seluruh masyarakat Toraja,” ujar Damayanti dengan mata berkaca-kaca.
Ia menambahkan, tanpa dukungan tersebut, Masata tidak mungkin bisa tampil maksimal dalam acara Merok di THF.
“Kami Masata hanya tampil di panggung. Tapi di belakang kami ada banyak orang yang berjuang. Ada Keluarga Besar Tongkonan, ada panitia yang menyiapkan panggung, ada aparat yang menjaga keamanan, ada wartawan yang memberitakan kami. Semua itu yang membuat THF berjalan lancar. Terima kasih, terima kasih, terima kasih,” tambahnya.
Ketua Masata juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Keluarga Besar Tongkonan Potoksia dan Kamiri yang telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Masata.
“Terima kasih khusus kepada Keluarga Besar Buntu Pune Kesu’, Bapak-bapak, Ibu-ibu, semua keluarga yang telah mendukung kami dari awal latihan sampai tampil di THF. Kalian yang memberi kami semangat, kalian yang selalu mendoakan kami. Kami tidak bisa balas semua kebaikan itu. Hanya Tuhan yang bisa balas,” ujar Damayanti.
Ia mengatakan, dukungan Keluarga Besar menjadi kekuatan bagi Masata untuk tampil percaya diri di hadapan ribuan pengunjung THF.
“Saat kami tampil di acara Merok, kami melihat Keluarga Besar Potoksia dan Kamiri ada di depan panggung, memberi semangat, bertepuk tangan. Itu membuat kami semakin semangat. Kami merasa tidak sendirian. Kami merasa didukung,” tuturnya.
Seperti diketahui, THF yang digelar tanggal 5-7 Nopember 2026 di Buntu Pune Kesu’ berjalan dengan lancar, aman, dan meriah. Ribuan pengunjung dari Toraja, Makassar, bahkan dari luar Sulawesi hadir untuk menyaksikan acara Merok.
Tidak ada kejadian yang mengganggu jalannya THF. Semua acara berjalan sesuai jadwal, mulai dari pembukaan, parade budaya, lomba paduan suara, tarian Merok, hingga penutupan.
“THF tahun ini adalah THF yang paling lancar. Semua acara berjalan tepat waktu. Pengunjung puas. Kami Masata sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kesuksesan THF tahun ini,” ucap Ketua Masata.
Damayanti berjanji Masata akan terus berkarya dan terus melestarikan budaya Toraja.
“Kami Masata berjanji, kami akan terus berkarya. Kami akan terus latihan. Kami akan terus melestarikan budaya Toraja, khususnya tarian Merok. Dan kami berharap dukungan dari semua pihak tidak berhenti di sini. Mari kita sukseskan THF tahun depan lebih meriah lagi,” tutup Damayanti.
(Sal)



