Gunakan Perahu Nelayan dan Speed Boat Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 10.000 Meter di Pulau Sebatik

Reportikaindonesia.com // Nunukan, Kaltara – Dalam Rangka Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 77 tahun FMSI (forum masyarakat Sebatik Indonesia) yang di inisiasi BAIS (badan intelejen strategis)TNI melakukan Pembentangan Bendera Merah Putih Di Atas Laut Sepanjang 10000 meter dengan menggunakan perahu nelayan dan Speed Boat yang ada di Pulau Sebatik.

‘Pembentangan tersebut melibatkan Perahu Nelayan dan Speed Boat sebanyak 150 Kapal, Masyarakat dan Anak Pramuka, Petugas lapas dan WBP, Lsm panjiku ikut terlibat dalam Pembentangan Merah Putih tersebut dan “Bendera sepanjang 10 km ditarik dengan mengunakan speed, Dedy Yevri Sitorus selaku anggota DPR RI dapil kaltara dari pelabuhan Posal Sei Pancang hingga akhir titik 10000 meter, adapun yang terlibat dalam pembentangan sejumlah speed kecil dan perahu Nelayan menyusaikan di belakang.

Bendera Merah Putih dikibarkan di titik Pertama POS TNI AL Sei Pancang hingga Perairan Sei Bajau.
Bendera sepanjang 10000 meter dibentang kan diatas Laut Indonesia Sebatik yang kedua kalinya dan yang pertama pada tahun 2012 mendapatkan Rekor MURI, kali Ini dibentangkan kembali diatas Laut Sepanjang 10000 meter.

Berbagai hiburan ditampilkan Merchind Band Anak Anak Sekolah Dasar serta panjat pinang di wilayah Upacara HUT ke 77

“Saya ditugaskan sebagai Pembawa Baki HUT Kemerdekaan RI ke-77, Merasa senang dengan terpilihnya saya sebagai Pembawa Baki dalam rangka Kemerdekaan HUT RI ke- 77 di PLBN Sebatik yang mengharumkan nama orang tua dan Sekolah, Saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pelatih di Koramil 0911-02/SBT, tak henti hentinya mengajar kan kami cara baris berbaris yang baik dan benar,” Jelas Rabiatul Isnaeni.

Lanjut, Rabiatul berasal dari Sekolah SMA 1 Negeri Sebatik merupakan Putri dari orang tua Samsuddin beralamat di tanjung Harapan Sebatik Timur.

“Baru kali ini saya ikut Upacara 17-an di Kalimantan Utara, kami dilantik Anggota DPR RI bulan Oktober 2019 dan 2020 di masa
pandemi, Sudah dua kali kita tidak merayakan 17 agustus secara langsung dan ini memang dari awal tekad saya kalau 17-an harus di perbatasan,

Makanya kemarin kita berencana kalau tidak di kerayan di Sebatik dan alhamdulillah kami punya rezeki untuk bisa bersama-sama masyarakat bersama para pelindung kita, di Sebatik merayakan 17-an dan saya anggap ini penting, kenapa, karena kita masih tetap ingin memastikan komitmen Pemerintah dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di daerah perbatasan,” ucap Deddy Yevri Sitorus.

Deddy Yevri Sitorus menambahkan, “Kita bertekad bahwa perbatasan bukan lagi halaman belakang tetapi menjadi beranda depan dari negara kesatuan Republik Indonesia setelah ini kan kita akan mengadakan acara pembentangan bendera 10.000 meter dan itu akan masuk rekor muri tetapi karena kemarin kita.

Belum ada kepastian pelaksanaannya para pengerak Muri tidak bisa hadir pada hari ini, tetapi ini tetap akan di dokumentasikan dan nanti kita atur waktunya untuk mereka datang menyerahkan piagam rekor itu pada bulan Agustus ini, “tuturnya

” Pada saat Pak Jokowi menang tahun 2014 beliau punya kredo membangun dari pinggiran membangun dari pinggiran dan memperhatikan daerah-daerah 3T (Terluar Terdepan ,Tertinggal), sudah dibuktikan oleh Beliau dengan membangun empat PLN di Sebatik dan demikian juga di Kalimantan Barat termasuk di Papua dan kita sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah untuk daerah perbatasan,” tandasnya.

“seperti kita ketahui sebentar lagi kawasan industri dan pelabuhan internasional serta PLTA Sungai kayan dan PLTA di sungai mentaram juga akan mulai berproses dan itu akan menjadi pendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita di perbatasan Karena tanpa dorongan ekonomi maka kita akan terus Tertinggal sementara daerah Kalimantan Utara ini sangat penting secara geo politik maupun geostrategi ini jadi pasti akan kita dorong terus pembangunannya saya kira itu.

“sebenarnya mau menunjukkan bahwa walaupun jauh diperbatasan dan kurang akses dan pembiayaan tetapi rasa nasional.

(Arifuddin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *