Pertanyakan Data Penduduk dan SHP Peta Desa, Oknum Pegawai LAIP Keminfo Keluarkan Perangkat Desa Dari Group WhatsAPP

Reportikaindonesia.com // Jakarta – Oknum Pegawai Layanan Aplikasi Informasi Pemerintahan disingkat LAIP, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) dinilai sangat arogan , hal ini bisa dilihat pada proses komunikasi Grup WhatsApp terkait Sistem informasi Desa Besutan Kominfo yakni Sideka, dimana banyak para perangkat desa dan operator desa mempertanyakan data yang telah diinput sebelumnya oleh pihak desa berupa data penduduk dan SHP peta desa hilang.

“Kini data data tersebut tidak dapat diakses kembali dengan berbagai macam dalih”
Hal ini berkaitan denah aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE) Desa yakni Sideka NG, dimana merupakan pembaruan dari aplikasi sebelumnya yakni Sideka.id

“Beberapa Admin grup yang juga merupakan pegawai LAIP Keminfo, akan langsung mengeluarkan perangkat desa dan operator desa dari group WhatsApp yang mereka buat sendiri jika ada yang getol mempertanyakan Data penduduk desanya masing masing yang kini tidak bisa diakses lagi.

Setelah di konfirmasi dengan pengelola data sideka.id menyampaikan bahwa Pengembangnya lagi di buatkan untuk migrasi data penduduk.
“saya kurang faham mendengar diskusi waktu zoom katanya ada pengembangannya.
“Sebetulnya diskusi awal semua di migrasi, tapi pengembang NG nya mungkin belum bisa cover semua,” jelas Ipan.

“Tentunya hal ini sangatlah rawan terkait keamanan data penduduk Desa, seperti yang diungkap oleh penggagas gerakan Pandu Desa” Roedy Rustam.

“Sebanyak 7000 an desa telah melakukan pendataan penduduk dan pemetaan, hal itu dilakukan melalui aplikasi resmi Keminfo yakni SiDeka sejak tahun 2016, dan kini aplikasi berubah menjadi SiDeKa NG, namun sayangnya, Pemerintah desa kini tidak dapat mengakses data data mereka sendiri yang telah bersusah payah dibangun secara mandiri selama beberapa tahun, “ujar Roedy Rustam.

Negara bertanggung jawab melalui Keminfo dan direktoratnya, karena ini terkait keamanan data penduduk, bayangkan jika desa yang memiliki 3 ribu penduduk bocor dan di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Roedy Rustam

(Arifuddin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *