Reportikaindonesia.com // Luwu Utara, Sulsel – Miris, adanya tanggul jebol serta luapan air sungai yang sering terjadi menyebabkan masyarakat Dusun Landungdou Desa Wara Kecamatan Malangke Barat semakin menderita, pasalnya ratusan jemaat yang akan melaksanakan kegiatan ibadah natal di gereja harus berjalan kaki kurang lebih 1 KM dengan melewati banjir yang ketinggiannya dari 50-70 cm.

Sejak beberapa hari terendam belum ada perhatian dan kehadiran pemerintah untuk mencari solusi terbaik untuk menanggulangi kondisi di kecamatan Malangke menurut Agus salah satu warga setempat.
pada saat musim penghujan sangat merasa resah dan Hal ini sudah harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah daerah kabupaten Luwu Utara untuk melakukan penanganan sehingga tidak terjadi banjir ketika musim hujan tiba.

Kondisi di desa kami memang sangat memprihatinkan, dengan kondisi banjir tidak dapat berbuat apa apa selain mengharapkan bagaimana Pemerintah dapat menanggulangi banjir yang setiap saat terjadi,” ungkap Agus.
(Ikhsan)



