Reportikaindonesia.com // Serang, Banten – Terminal Tunjung Teja Kabupaten Serang yang berlokasi di jalan raya Tunjung Teja – Warunggunung nyaris tidak ada aktivitas pelayanan transportasi sama sekali, sebagaimana layaknya pelayanan publik, dibiarkan terbengkalai tanpa kegiatan operasional layaknya terminal bus/angkot. Serang, 22 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan awak media ReportikaIndonesia.com di lokasi, terminal Tunjung Teja sama sekali tidak ada aktivitas kendaraan keluar masuk terminal, begitu pula dengan bangunan kios untuk pedagang di samping kiri terminal sudah hancur karena sejak dibangun belum pernah dimanfaatkan sama sekali oleh pelaku usaha UKM.
Dari hasil wawancara dengan petugas terminal Tunjung Teja, yang kebetulan ada dilokasi, Syamsuri dari Dinas Perhubungan Kabupaten Serang mengatakan dan membenarkan bahwa terminal ini belum pernah sama sekali beraktivitas dari sejak dibangun hingga kini.
Sedangkan pengakuan dari penjaga terminal yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa terminal Tunjung Teja Kabupaten Serang ini sudah 8 (delapan) tahun sejak dibangun tidak beroperasi layaknya terminal, sehingga masyarakat sekitar menjulukinya sebagai “Terminal Burung dan Kadal (sejenis reptil) karena seringkali ditemukan reptil dilokasi terminal.
Menurutnya sesekali dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Serang datang ke lokasi hanya untuk memeriksa kondisi terminal tidak lama pergi lagi.
Berkenaan dengan suasana masih cuti bersama Iedul Fitri 1447 H/2026 M, maka pihak berwenang dan pejabat dari Dinas Perhubungan Kabupaten Serang dan OPD (organisasi perangkat daerah) yang terkait dengan pembangunan fasilitas pelayanan publik tersebut belum bisa dimintai konfirmasi terkait pembangunan dan pelayanan publik di terminal tersebut.
(Korwil Banten : Endang Mulyawan)



