Reportikaindonesia.com // Lebak, Banten – Dalam rangka implementasi amanat Gubernur Banten, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, S.Pd, M.Si, menyambangi beberapa SMA dan SMK baik Negeri maupun Swasta yang ada di wilayah Kabupaten Lebak, Kamis, (30 April 2026).
Dalam kunjungan kerjanya ke SMK PU Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, S.Pd, M.Si menyampaikan bahwa Program Ketahanan Pangan (Ketapang) dan BSAN (Banten Sehat Aman Nutrisi) merupakan inisiatif yang sangat strategis dari Pemerintah Provinsi Banten agar terwujudnya stabilitas ketersediaan pangan dan meningkatnya kualitas gizi masyarakat.
“Saat ini 2 (dua) Program pak Gubernur Banten yakni Ketapang dan BSAN harus terimplementasikan di setiap Satuan Pendidikan di Provinsi Banten, bahkan harus tertuang kedalam bentuk kegiatan yang digagas oleh sekolah dan terintegrasi secara komprehensif ke dalam bentuk kurikulum dan setiap mata pelajaran, kemudian dikemas dan di formula menjadi sebuah kurikulum yang inovatif, sebab kemampuan menerapkan Life Skill ( keterampilan hidup) agar mampu bertahan hidup, sangat penting dimiliki oleh setiap siswa”, ujarnya.
Ditambahkannya bahwa perlunya mengintegrasikan kedua program strategis Pemerintah Provinsi Banten tersebut di setiap satuan pendidikan agar terciptanya korelasi dengan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia Hebat seperti beribadah, belajar mandiri dan bernalar kritis, berolah raga sehat dan tangguh, makan makanan bergizi, gotong royong, peduli lingkungan serta beristirahat yang cukup untuk keseimbangan.
Selanjutnya dikatakan terwujudnya pemberdayaan terhadap siswa sebagai masyarakat sekolah dengan menitikberatkan kepada siswa pada implementasi program Ketapang dan BSAN tersebut akan menimbulkan semangat dan tanggung jawab pada diri siswa itu sendiri, bahwa ini digagas oleh sekolah melalui siswa dan outputnya untuk siswa.
Peran guru dalam aplikasi program studi vokasi atau kejuruan pada setiap satuan pendidikan tidak hanya terpaku pada jurusan tertentu saja melainkan bagaimana memantik gairah kemandirian siswa untuk memahami bahwa program pendamping dari jurusan dan kompetensi keahlian yang diikutinya memiliki potensi luar biasa untuk diterapkan dikemudian hari ketika siswa berada dilingkungan masyarakatnya.
Beberapa unsur yang termasuk kedalam Program Ketapang di fokuskan kepada penguatan sektor pertanian, peternakan dan perikanan agar Provinsi Banten mandiri secara pangan serta mampu menghadapi fluktuasi harga pasar yang seringkali berubah.
Sedangkan penerapan program Ketapang bisa dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan sekolah, mengoptimalisasikan lahan tidur, distribusi pangan murah, pemberdayaan petani dan nelayan serta pengembangan lumbung pangan masyarakat.
Begitu pula Program BSAN (Banten Sehat Aman Nutrisi), Pemerintah Provinsi Banten lebih menekankan konsumsi pangan berkualitas dan aman dari zat berbahaya serta distribusi nutrisi untuk mencegah stunting yang kerap menjadi masalah kesehatan.
Diakhir pertemuannya Kepala KCD Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak menyampaikan harapannya bahwa melalui ke 2 (dua) program strategis Pemerintah Provinsi Banten tersebut diatas akan terjadinya penurunan angka kemiskinan dan kelaparan serta pengangguran dan angka prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan, tegasnya.
(Korwil Banten : Jurnalis Endang Mulyawan)



