Pdt. Nopriyanti Palayukan, STh, saat memberikan siraman rohani.
Reportikaindonesia.com // Toraja Utara, Sulawesi Selatan – Peneguhan Sidi adalah prosesi sakramen pengakuan iman dalam gereja Protestan di mana jemaat yang dibaptis saat anak-anak menyatakan sendiri janji imannya setelah mengikuti katekisasi. Setelah diteguhkan, mereka resmi menjadi anggota sidi jemaat dewasa dan memiliki hak penuh mengikuti Perjamuan Kudus.
Sebanyak 12 remaja Kristen hari ini mendapat peneguhan sidi di Gereja Toraja Jemaat Limbu Klasis Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Minggu (17/04/2026).
Peneguhan Sidi adalah bagian dari pengakuan iman dalam gereja-gereja Protestan (termasuk Gereja Toraja). Setelah melakukan Katekisasi, seseorang bisa diteguhkan melalui peneguhan sidi oleh Pendeta Jemaat melalui ibadah di hadapan sidang jemaat.
Pdt Nopriyanti Palayukan, S.Th, dalam khotbahnya memimpin ibadah pengukuhan sidi mengatakan, hari ini adalah hari yang bersejarah bagi 12 anak dalam jemaat limbu.
“Setelah melewati proses pembelajaran, pembekalan dan pendampingan selama kurang lebih 1 tahun, sebanyak 12 orang anak peserta sidi akan menjalani peneguhan yang menyatakan dirinya mau mengikuti Yesus, memikul Salib dan mengaku iman kepada Tuhan,”ujarnya.
Pendeta Nopriyanti juga menyampaikan pesan penting agar melalui moment Peneguhan Sidi tahun ini peserta sidi diharapkan ;
Pertama, dapat mengambil keputusan pribadi untuk percaya hanya kepada Allah Tritunggal.
Kedua, Berjanji setia mengikut Yesus walau dalam situasi apapun.
Ketiga, Berjanji taat pada firman Allah dan mempersembahkan hidup hanya untuk kemuliaan Tuhan, melibatkan diri dalam pelayanan serta menjadi berkat bagi sesama.
Keempat, Keputusan merubah sikap dan perilaku, menunjukkan kedewasaan dalam iman.
Setelah diteguhkan, mereka diundang untuk mengikuti Perjamuan Kudus.
(Sal)



