Reportikaindonesia.com // Bekasi, Jawa Barat – Muspika Kecamatan Tambun Utara melakukan rangkaian monitoring dan silaturahmi kepada empat bakal calon Kepala Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum sosialisasi tahapan dan mekanisme Pilkades Serentak kepada para bakal calon, keluarga dan pendukung.
Empat bakal calon yang menjadi bagian dari rangkaian monitoring Muspika tersebut yakni Tata di Kampung Pisangan, H. Bongkan di Kampung Gebang RT 003/RW 03, Jamaludin di Kampung Bojong, serta Asta Razan di Kampung Bendungan yang merupakan petahana.
Dalam rangkaian monitoring tersebut, Muspika turut menyambangi kediaman H. Bongkan. Hadir Camat Tambun Utara H. Najmuddin, S.Ag., M.Ling., M.Tr.IP, Sekretaris Kecamatan Tambun Utara, unsur kepolisian dari Polsek/Polsubsektor Karangsatria, Babinsa, Ketua dan jajaran BPD Desa Satria Jaya, Pemerintah Desa Satria Jaya, panitia Pilkades serta unsur terkait lainnya.
Camat Tambun Utara H. Najmuddin mengatakan, monitoring dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh bakal calon untuk memastikan adanya pemahaman yang sama terkait tahapan Pilkades Serentak.
“Intinya kita terus monitoring dan sosialisasi ke semua calon maupun bakal calon mengenai tahapan Pilkades Serentak. Sekaligus silaturahmi Muspika, panitia, desa dan BPD kepada para calon, agar Pilkades berjalan aman, damai dan kondusif sampai selesai,” ujar Najmuddin.
Menurut Najmuddin, sosialisasi menjadi penting karena terdapat sejumlah perubahan aturan dan mekanisme dalam pelaksanaan Pilkades 2026 dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Para bakal calon diharapkan memahami setiap tahapan yang akan ditempuh agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pelaksanaannya.
“Sekarang aturan-aturannya banyak yang berubah. Jadi semuanya harus dipahami, termasuk tahapan dan mekanisme yang akan dijalani para bakal calon,” katanya, Rabu (26/8/2026).
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tahapan pendataan calon pemilih. Hingga batas waktu yang telah ditentukan, masih terdapat kesempatan bagi warga yang memenuhi persyaratan dan memiliki KTP namun belum terdaftar untuk diajukan melalui mekanisme pendaftaran calon pemilih sesuai ketentuan panitia.
Selanjutnya, tahapan penting yang akan dilaksanakan adalah pengambilan nomor urut bakal calon pada 9 September. Muspika mengingatkan seluruh bakal calon dan pendukung agar mengikuti proses tersebut secara tertib.
Nomor urut masing-masing bakal calon baru akan diketahui setelah proses pengundian dilaksanakan. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati mekanisme pengundian dan menerima hasil yang telah ditetapkan panitia.
Setelah pengambilan nomor urut, para bakal calon juga diminta memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menghadapi tahapan berikutnya, termasuk kesiapan saksi.
Desa Satria Jaya memiliki 33 TPS. Karena itu, kesiapan saksi di setiap TPS menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam sosialisasi Muspika.
“Ada 33 TPS, jadi saksi harus dipersiapkan. Jangan sampai ketika pelaksanaan sudah dimulai, saksi belum siap. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” imbau Najmuddin.
Selain itu, Muspika turut memberikan edukasi mengenai penerapan TPS elektronik dalam Pilkades 2026. Persiapan TPS elektronik tersebut nantinya akan dibahas bersama panitia dan BPD, termasuk mengenai kesiapan personel yang memiliki kemampuan teknologi informasi.
“Nanti ada TPS elektronik. Ini harus kita bahas bersama Ketua BPD dan Ketua Panitia. Kalau bisa, orang-orang yang memang melek digital atau memahami IT ditempatkan di situ, supaya pelaksanaannya tidak mengalami kendala,” jelasnya.
Camat juga menegaskan mengenai jalur kewenangan dalam pelaksanaan Pilkades. Menurutnya, seluruh persoalan teknis pemilihan harus disampaikan melalui panitia sesuai kewenangan yang telah ditetapkan.
“Semua persoalan dalam pelaksanaan pemilihan itu ada di panitia. Jadi harus dipahami, tidak ada lagi lembaga yang mengambil kewenangan panitia, baik kecamatan, desa maupun BPD. Keputusan teknis pemilihan ada di panitia,” tegas Najmuddin.
Meski demikian, koordinasi dan musyawarah antara panitia dengan BPD tetap diperlukan apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan tahapan. Para bakal calon juga dipersilakan menyampaikan pertanyaan melalui jalur resmi kepada panitia agar mendapatkan penjelasan yang jelas.
Muspika juga mengingatkan seluruh bakal calon, keluarga, simpatisan dan pendukung untuk menjaga kondusivitas hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.
Najmuddin menekankan bahwa demokrasi akan menghasilkan satu orang yang mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Satria Jaya. Karena itu, seluruh bakal calon harus siap menerima apapun hasil pemilihan.
“Demokrasi ini pasti ada yang menang. Yang menang satu. Karena itu kita harus siap menang dan siap menerima apapun hasilnya. Sampai hari H dan selesai pemilihan, mari sama-sama menjaga kondusivitas, baik dari pemilih maupun pendukung,” imbau Najmuddin.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Satria Jaya bersama jajaran menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi dan netralitas selama seluruh tahapan Pilkades. BPD juga mengingatkan pentingnya kesiapan saksi di masing-masing TPS.
Pemerintah Desa Satria Jaya turut mengajak seluruh bakal calon dan pendukung bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Ketentuan panitia mengenai jumlah pendukung dalam setiap agenda tahapan juga diminta untuk dipatuhi.
Rangkaian monitoring Muspika Kecamatan Tambun Utara kepada empat bakal calon tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta mendapatkan sosialisasi dan pemahaman yang sama mengenai tahapan Pilkades Serentak.
Melalui monitoring dan silaturahmi yang dilakukan secara langsung, Muspika, panitia, pemerintah desa dan BPD berharap seluruh tahapan Pilkades Satria Jaya dapat berlangsung sesuai aturan, aman, damai dan kondusif hingga seluruh proses pemilihan selesai.
Dengan demikian, siapapun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Satria Jaya diharapkan dapat diterima sebagai bagian dari proses demokrasi yang berlangsung secara tertib, dewasa dan tetap menjaga persaudaraan masyarakat.
( Syuri )



