Reportikaindonesia.com // Kota Tasikmalaya, Jawa Barat – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan para Alumni Nesatta 87 melalui kegiatan pengajian dan silaturahmi anak yatim yang digelar di Yayasan Panti Asuhan Artanita, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/09/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Sany, salah seorang Alumni Nesatta 87, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di Panti Asuhan Artanita.
Pengajian tersebut tidak sekadar ditempatkan sebagai kegiatan keagamaan, tetapi menjadi instrumen untuk menghidupkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.
Momentum itu sekaligus dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga nilai spiritual, rasa syukur dan kepedulian sosial bertemu dalam satu kegiatan.
Sany mengatakan, gagasan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan sederhana untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Baginya, rasa syukur akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan melalui kepedulian dan manfaat bagi orang lain.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar acara, melainkan bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada sesama. Semoga apa yang kami berikan dapat membawa kebahagiaan dan menjadi keberkahan bagi semua,” ujar Sany.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar Alumni Nesatta 87. Hadir dalam kesempatan itu Sandi Lesmana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, yang juga merupakan Alumni Nesatta 87, bersama sejumlah alumni lainnya.
Kehadiran para alumni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ikatan persahabatan yang terbangun sejak masa sekolah kembali dipertemukan dalam semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Sandi Lesmana mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Sany. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengajarkan kita untuk tidak hanya bersyukur dengan ucapan, tetapi juga melalui perbuatan. Semoga kepedulian kepada anak-anak yatim dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak,” kata Sandi.
Dalam suasana Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah, khususnya dalam menumbuhkan kasih sayang, kepedulian dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan.
Pengajian, doa, santunan dan kebersamaan akhirnya berpadu menjadi sebuah pesan sederhana: bahwa kebahagiaan tidak selalu ditemukan ketika menerima, tetapi justru dapat tumbuh ketika seseorang mampu membuat orang lain tersenyum.
Bagi keluarga besar Alumni Nesatta 87, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata bahwa persaudaraan yang terjalin sejak bangku sekolah dapat terus dirawat melalui kegiatan yang memberi manfaat.
Semoga kegiatan yang diinisiasi Sany tersebut menjadi awal dari semakin banyak kebaikan yang lahir dari kebersamaan Alumni Nesatta 87. Sebab, ketika ilmu, persahabatan dan rasa syukur bertemu dalam sebuah amal, maka yang tumbuh bukan hanya kebahagiaan bagi mereka yang menerima, tetapi juga keberkahan bagi mereka yang memberi.
(Din)



