Reportikaindonesia.com // Jakarta, 20 Oktober 2026 – Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengapresiasi inisiatif Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Hasbullah Fudail, dalam mendorong penyusunan buku berjudul *Pencegahan Pelanggaran HAM di Lingkungan Pemasyarakatan*. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan di ruang kerja Menteri HAM, Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (20/10).
Buku tersebut diinisiasi oleh Hasbullah Fudail bersama para Analis HAM dan Calon Analis HAM di lingkungan Kanwil KemenHAM Jawa Barat sebagai kontribusi pemikiran dalam memperkuat upaya pencegahan pelanggaran HAM di lingkungan pemasyarakatan.
Natalius Pigai menilai inisiatif tersebut sebagai langkah yang sangat konstruktif karena dapat memberikan masukan substantif sekaligus menjadi *guidance book* atau buku panduan dalam mendukung pengelolaan pemasyarakatan yang berperspektif HAM. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkuat penerapan prinsip penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia bagi warga binaan.
Menteri HAM juga meminta agar buku tersebut dapat dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia pada 10 Desember 2026. Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi pemikiran dalam mendorong pencegahan pelanggaran HAM serta memperkuat tata kelola lembaga pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian HAM, Novita Ilmaris, turut hadir dan menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap penerbitan buku tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat proses penyusunan hingga penerbitan karya yang diinisiasi oleh Kanwil KemenHAM Jawa Barat bersama para Analis HAM dan Calon Analis HAM.
Selain mengapresiasi inisiatif penyusunan buku, Natalius Pigai juga berharap Hasbullah Fudail dapat terus berkiprah dan memberikan kontribusi nyata dalam membesarkan Kementerian HAM melalui berbagai karya dan aksi konkret. Ia menyampaikan bahwa kiprah serta kontribusi Hasbullah selama ini telah diamati dan menjadi perhatiannya.
Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi dan komitmen dalam menghadirkan karya yang aplikatif bagi upaya pencegahan pelanggaran HAM. Melalui penyusunan buku tersebut, Kanwil KemenHAM Jawa Barat diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata bagi pengembangan tata kelola lembaga pemasyarakatan yang semakin berperspektif hak asasi manusia.
• Red



