Reportikaindonesia.com // Palas Lampung Selatan, Lampung – Petani desa Bandan Hurip kecamatan Palas kabupaten Lampung Selatan memanen padi dengan alat perahu dari terpal plastik.
Dari pantauan media menyampaikan dari luas keseluruhan 650 H. Sawah yang siap panen ± 60 H, dan yang sudah tanam ± 55 H, umur 15 hari kini terendam air akibat curah hujan yang tinggi.
Radita selaku penggarap sawah yang sudah siap panen mengatakan,” semenjak hujan berturut-turut sawah yang sudah siap panen mengalami gagal panen akibat kebanjiran, padahal sebelum hanya tinggal menunggu hari namun naas hujan terus melanda hingga air meluap masuk dari Siring ke area persawahan menenggelamkan padi yang siap panen,” ucapnya.
” Mau diapakan lagi .. kalau sudah banjir, dibilang rugi ya tetap rugi, untuk mengurangi kerugian terpaksa kita panen mengunakan alat arit secara gotong royong dengan menggunakan prahu terpal plastik untuk mengangkut agar bisa ditarik ke tempat yang aman,” ucapnya lirih.
Suwarni selaku humas JPKP membenarkan,” hujan yang sepekan mengakibatkan banjir dan merendam tanaman padi petani, yang sudah siap panen dan yang sudah tanam, ” tandasnya.
” Ia juga berharap kepada pemerintah Balai Besar agar dapat membantu membenahi klep pintu air yang sudah tidak berfungsi lagi, agar kedepannya petani tidak lagi merasakan rugi akibat banjir,” tambahnya.
(Made.S)



