Oleh : Hasbullah Fudail
Reportikaindonesia.com // Jawa Barat – Sebagai seorang manusia dewasa dan normal maka semua pembaca pasti diberi dan pernah mengalami namanya “Mimpi” ketika tertidur, bermimpi menjadi bagian dari bunga-bunga atas kehidupan
Sebagai manusia normal, siapapun didunia ini akan mengalami kesediahan jika ditinggalkan seorang ibu baik dalam jangka sementara terlebih jika untuk selamanya.
Kepergian seorang ibu untuk selamanya pasti akan meninggalkan duka yang mendalam bagi siapapun yang ditinggalkannya. Ibu menjadi lambang perjuangan kehidupan manusia dalam menemukan dan menggapai masa depan, kehadirannya memberikan spirit untuk senantiasa bertahan dalam kehidupan baik dalam proses kelahiran, proses hidup sampai dewasa hingga akhirnya menuju kematian.
Tafsir Mimpi dan Tukang Peramal
Cerita pengalaman ini saya sampaikan untuk berbagi cerita, ketika ibu dalam sehari hari mendekat kepergiannya untuk selamanya kebetulan diberi sinyal dalam mimpi.
Sepekan sebelum meninggal Sabtu 17 Januari 2026, saya bermimpi menemukan bapak saya Almarhurm Andi Fudail Razak mengajak ibu untuk tidur bersama. Ketika terbangun tengah malam itu sempat bertanya-tanya “ apa maksud/tafsir dari mimpi itu”. Biasanya jika bermimpi hal-hal yang dianggap aneh, hal tersebut pasti saya ceritakan kepada istri ketika bangun dari tidur. Mimpi ini hanya menjadi cerita yang saya anggap angin lalu, sehingga tidak perlu disampaikan ke istri.
Pengalaman selama berumah tangga hampir 20 tahun, ketika bermimpi dimalam biasanya esok hari pasti saya ceritakan mimpi tersebut kepada istri. Sebahagian besar yang terjadi atas tafsir mimpi tersebut senantiasa menjadi kenyataan, bahwa mimpi yang terjadi seakan memberi tanda, sinyal atau pemberitaan bahwa sesuatu yang terjadi dalam mimpi akan menjadi realitas sesungguhnya.
Atas kebiasaan menceritakan mimpi-mimpi tersebut, oleh Istri dan keluarganya, saya dijuluki “Tukang Peramal” karena sebagian besar tafsir mimpi tersebut menjadi pembenaran atas realitas yang terjadi. Atas julukan tersebut sayapun jujur sebenarnya tersinggung dan tidak setuju karena “Tukang Peramal” identik jauh dari ajaran agama islam serta banyak melakukan hal-hal negative dan merugikan orang lain.
Kurang lebih seminggu setelah mimpi tersebut, ditengah acara arizan keluarga Turikale Maros, yang kebetulan istri mendapatkan giliran tuan rumah yang dirangkaikan dengan peringatan Israh Miraj Nabi Muhammad dan pembacaan Alquran dalam rangka Khaul Andi Zainal Wali Amrullah/ Puang Wali (Tokoh yang berjasa besar bagi keluarga besar sampai saat ini). Pesan seorang Ibunda kepada kami, untuk selalu memberikan doa dalam suatu moment Khaul/peringatan setiap tahun bagi para leluhur yang berjasa dalam kehidupan keluarga terkhusus Puang/Karaeng Wali.
Terkhusus sebelum arizan ini H-3, ibunda berpesan agar makanan yang disiapkan harus ditambah lebih dari biasanya (paling banyak 30 orang).
Beberapa menu makanan pesanan yang disiapkan antara lain kambing (sop dan kari), udang, ikan bandeng, ayam, bakso serta kue-kue.
Hari Jumat sehari sebelum acara, dari Bandung bersama istri ke Bogor untuk mempersiapkan acara langsung singga ke RS Cibinong Bogor karena Ibunda pagi hari masuk Rumah Sakit. Sebelum pamit dari RS Cibinong, saya menyampaikan pesan kesiapan acara kepada Ibunda “ bahwa semua pesannya untuk acara arisan dan baca doa telah kami siapkan”, ibunda hanya mengangguk karena mulutnya dipasang respirator.
Tepat hari Sabtu 17/01 2026 prosesi acara dimulai dengan pembacaan doa bagi para leluhur yang berjasa. Sesuai dengan pesanan Ibunda ada 4 (empat) Kappara (Bugis : Makanan dengan menunya disajikan dalam baki besar dengan beberapa piring) dibacakkan doa oleh A.Baharullah (Adik Fudail Razak). Setelah itu kita makan dan menikmati makanan yang kebetulan sebagian besar peserta arisan berhalangan hadir karena ada agenda masing-masing. Jadi persiapan makanan yang banyak tersebut sepertinya tidak dinikmati banyak peserta arisan karena berhalangan hadir, bahkan istri sempat complain makanan banyak sementara tidak banyak keluarga arisan yang datang.
Kemudian pasca dhuhur, acara dilanjutkan dengan pembacaan Alquran dan peringatan Isra Miraj dengan mengundang warga seputar rumah di Desa Tonjong kabupaten Bogor. Dalam pengantar mewakili keluarga, saya memohon didoakan agar keluarga kami yang telah berpulang ke Rahmatullah untuk diberi kelapangan dalam kuburnya. Selain itu juga dimohonkan agar ibunda kami yang sedang di RS, agar diberi Kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi sakit yang dideritanya.
Setelah acara Doa dan Pengajian Alquran badha Ashar tepat 15.35 , adik kami dari RS menyampaikan berita bahwa Ibunda Hj Misrah Bin Mere’ telah meninggalkan kami semua untuk selamanya.
Ternyata makanan yang yang banyak tersebut seakan disiapkan untuk dinikmati para pelayat keluaga besar yang datang dari berbagai tempat seperti Tangerang,, Jakarta, Bandung melayat. Almarhumah kami antarkan dari Bogor menuju Maros untuk dikebumikan esoknya Ahad 18/01 di pemakaman keluarga Leppakomai (Cagar Budaya Kobbangge) Maros , Sulsel.
Dikemudian hari saya juga menyampaikan kepada istri bahwa itulah sesungguhnya arti “Tafsir Mimpi’ Almarhum Ayah saya mengajak ibunda untuk tidur bersama untuk selamanya diarea pekuburan keluarga. Semoga Allah mengampuni dosa kedua orang tua kami, Alfatiha.
• Red



