Reportikaindonesia.com // Kota Tasikmalaya, Jawa Barat – Dalam rangka menindaklanjuti maklumat Presiden Republik Indonesia serta instruksi Wali Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan giat bersih-bersih lingkungan selama 30 menit sebelum memulai aktivitas kerja, rabu (04/02).
Kegiatan ini dirangkaikan dan dipusatkan di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, sekaligus menjadi bagian dari penguatan Gerakan ASRI (Aman, Resik, Indah) yang disinergikan dengan program Tasik Resik.
Giat tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Tasikmalaya Kota, TNI, UPTD Dadaha, hingga para pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan Dadaha.
Diawali bersih-bersih di lingkungan dinas LH, dilanjutkan denfan kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, kepada reportikaindonesia.com menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga pada pembentukan budaya tertib lingkungan.
“Giat bersih-bersih 30 menit sebelum bekerja ini merupakan bentuk pembiasaan. Ketika dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen, akan lahir budaya tertib kebersihan. Sinergi Gerakan ASRI dengan Tasik Resik kami wujudkan secara nyata di Dadaha melalui kolaborasi bersama Polres, TNI, Karang Taruna, UPTD, hingga para pedagang,” ujar Sandi Lesmana.
Menurutnya, kawasan Dadaha sebagai ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat harus menjadi contoh lingkungan yang aman, resik, dan indah. Partisipasi aktif para pedagang dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga kebersihan area usaha sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap semangat Tasik Resik tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kesadaran kolektif yang mengakar di tengah masyarakat.
Lingkungan yang bersih, aman, dan tertata diyakini akan berdampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, serta citra kota secara keseluruhan. Kegiatan di Dadaha ini sekaligus menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Tasikmalaya sebagai kota yang resik, nyaman, dan berkelanjutan.
(Din)



