Reportikaindonesia.com // Kuningan Jawa Barat, 7 Februari 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kakanwil KemenHAM) Jawa Barat melakukan dialog bersama tokoh Jemaat Ahmadiyah di Manislor, Kabupaten Kuningan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendekatan komunikasi dan pemenuhan hak asasi manusia di tengah masyarakat yang beragam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh penghormatan, membahas pentingnya menjaga kehidupan sosial yang harmonis, saling menghormati perbedaan, serta memperkuat peran dialog dalam menyelesaikan berbagai dinamika yang ada di tengah masyarakat.
Tokoh Ahmadiyah Manislor menyampaikan harapan agar ruang komunikasi dengan pemerintah terus terjaga dan diperkuat, sehingga setiap persoalan dapat disampaikan secara baik serta dicarikan solusi secara bersama. Mereka juga menekankan pentingnya rasa aman, keadilan, dan kesempatan yang setara sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil KemenHAM Jawa Barat menegaskan bahwa pendekatan dialog menjadi kunci utama dalam membangun saling pengertian dan mencegah kesalahpahaman. Negara, menurutnya, hadir untuk memastikan seluruh warga negara memperoleh perlindungan dan perlakuan yang adil dalam kehidupan sosial.
Ia juga menekankan bahwa penguatan HAM tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas. Dengan komunikasi yang baik, setiap aspirasi dapat dipahami secara utuh dan ditindaklanjuti secara bijak.
“Inti dari semuanya adalah komunikasi. Ketika komunikasi terbangun, kepercayaan akan tumbuh, ruang dialog terbuka, dan setiap perbedaan dapat dikelola dengan cara yang dewasa,” ujarnya.
Kakanwil turut mendorong agar semangat kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati terus dirawat sebagai bagian dari nilai kebangsaan. Ia berharap Manislor dapat menjadi contoh ruang sosial yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.
• Red



