Reportikaindonesia.com // Bekasi, Jawa Barat – Kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan pembukaan Majelis Taklim Al-Qomariah pasca Idulfitri 1447 H/ 2026 M berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, di South Lake Mutiara Gading City, Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Senin (20/4/2026).
Acara ini dihadiri ratusan jamaah yang menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam mengikuti pengajian rutin bulanan tersebut.
Majelis Taklim Al-Qomariah berada di bawah kepemimpinan langsung Hj. Siti Qomariah, yang akrab disapa Hj. Siqom, salah satu Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi IX Fraksi NasDem.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan majelis taklim sebagai wadah pembinaan keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin bulanan yang harus terus berjalan. Siapapun nanti yang memimpin, pengajian ini tidak boleh berhenti. Bahkan jika masa tugas saya selesai, majelis ini akan tetap saya lanjutkan. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menjaga silaturahmi dan memperkuat keimanan,” ujar Hj. Siqom.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan kali ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan halal bihalal. Momentum tersebut dimanfaatkan jamaah untuk saling bersilaturahmi dan bermaafan, meskipun Idulfitri telah berlalu.
“Daripada tidak sama sekali, lebih baik kita tetap melaksanakan halal bihalal ini. Yang terpenting adalah kebersamaan dan saling memaafkan,” tambahnya.
Dengan jumlah jamaah yang mencapai ratusan, kegiatan ini turut didukung oleh panitia penyelenggara yang dibentuk khusus guna memastikan kelancaran acara.
Antusiasme jamaah yang tinggi menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan, bahkan tanpa undangan resmi pun banyak yang tetap hadir.
“Alhamdulillah, ibu-ibu sangat luar biasa semangatnya. Ini yang harus kita jaga bersama. Insya Allah setiap bulan kita isi dengan doa dan kebaikan agar membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Siqom juga mengungkapkan rencana pembangunan Masjid Gede MGC di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Rencana ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya sarana ibadah di wilayah tersebut.
“Insya Allah, kami akan membangun Masjid Gede MGC untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah masyarakat di sini,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa masjid tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah Majelis Taklim Al-Qomariah, tetapi terbuka untuk umum, khususnya masyarakat sekitar.
“Masjid ini untuk semua. Siapapun bisa beribadah, mengaji, dan mengikuti kegiatan keagamaan di sana. Kita ingin ini menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Majelis Taklim Al-Qomariah diharapkan terus berkembang serta menjadi pilar penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
( Syuri )



