Reportikaindonesia.com // Tasikmalaya, Jawa Barat – Kontes Pesta Patok (PESTOK) Domba Kambing 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026) menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPC HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yuda Adikara, yang menegaskan komitmen organisasinya dalam melakukan pembinaan kepada para peternak.
Lebih dari sekadar ajang kontes ternak, PESTOK 2026 seharusnya menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembangunan peternakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan peternak. Tantangan yang dihadapi sektor peternakan saat ini tidak hanya menyangkut kualitas bibit dan produktivitas ternak, tetapi juga menyentuh aspek akses permodalan, pemasaran, hilirisasi produk, hingga penguatan kelembagaan peternak.
Komitmen HPDKI dalam membina peternak patut diapresiasi. Namun, pembinaan tersebut perlu diwujudkan dalam program yang terukur dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi peternakan, digitalisasi pemasaran, hingga pembangunan kemitraan dengan dunia usaha agar peternak memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Sebagai daerah dengan potensi peternakan yang cukup besar, Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan peta jalan (roadmap) pengembangan peternakan yang mampu menghubungkan sektor hulu hingga hilir. Dengan demikian, peternak tidak hanya menghasilkan ternak berkualitas, tetapi juga mampu memperoleh kepastian pasar dan peningkatan pendapatan.
Momentum PESTOK 2026 di Lapangan Upacara Pemda Kabupaten Tasikmalaya hendaknya tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Kegiatan ini harus menjadi titik awal lahirnya kolaborasi nyata antara HPDKI, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dunia usaha, akademisi, dan para peternak dalam membangun ekosistem peternakan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah semata suksesnya penyelenggaraan kontes, melainkan sejauh mana kegiatan tersebut mampu melahirkan kebijakan dan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan peternak serta memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian Kabupaten Tasikmalaya.
(Din)



