Reportikaindonesia.cim // Toraja Utara, Sulawesi Selatan – Antrian panjang kendaraan terjadi di SPBU Karassik Kecamatan Rantepao, Sabtu malam (12/9/2026). Warga menduga adanya “modus” karena mesin alat pencatat BBM tiba-tiba lowbat (low battery), sehingga nosel tidak bisa berfungsi.
Akibatnya antrian kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan.
Sejumlah pengendara mengaku kesal karena harus mengantri hampir 45 menit hingga 1 jam.
“Katanya alatnya lowbat, nosel tidak bisa berfungsi,” ujar Maman warga Pasele.
Warga lain, Elis, menduga ini sengaja dilakukan agar semua pengendara pulang dan pelangsir yang masuk.
“Antrinya panjang sekali. Kalau memang rusak, kenapa cuma EDC-nya? Noselnya jalan terus. Kami curiga ini modus,” katanya.
Beberapa pengendara bahkan memilih batal mengisi dan mencari SPBU lain.
Dikonfirmasi wartawan, Manager SPBU Abigail Ponglabba, Enggan memberi komentar.
” Janganmi saya tidak bersedia,” ucap Abigail.
“Kami minta transparan. Kalau memang rusak, kasih pengumuman dari jauh. Jangan pas sudah di depan nosel baru dibilang alat lowbat mati,” kata Elis kesal.
(Sal)



