Kondisi Yang Terjadi di Aliran DT 8

Reportikaindonesia.com // Bekasi, Jawa Barat – Memasuki musim penghujan merupakan derita bagi warga yang tinggal di bantaran aliran DT 8, khususnya warga Rt. 21, 17 Rw. 12 Kadus 3 Desa Buni Bakti, berjumlah kurang lebih 200 jiwa dan berimbas sampai ke wilayah Desa Kedung Jaya Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi mengalami banjir, Yang mana aliran DT 8 sering kali terhambat oleh banyaknya tumbuhan eceng gondok sampai berjarak 2 Km serta sampah liar, bukan itu saja sebagai penyebabnya di karenakan ada dua jembatan yang berada di jalan Raya Pertamina yang menjadi kendala utama, tersangkutnya tumbuhan eceng gondok serta sampah liar, posisi permukaan jembatan dengan permukaan air aliran DT 8 sudah sejajar.

Berdasarkan banyaknya atensi warga Desa Kedung Jaya dan Desa Buni Bakti, awak media melakukan investigasi kelokasi mendampingi Ahmad Nurman Kepala Desa Kedung Jaya beserta seorang staff Desa Buni Bakti. ( 18/10/22 ).

“Saya sudah mengajukan dan berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup, ataupun apa namanya terkait sampah dan eceng gondok supaya bertindak melakukan bersih – bersih di sepanjang aliran DT 8, sebelum datangnya musim penghujan, supaya mengurangi resiko bencana banjir, agar warga Desa Kedung Jaya jangan sampai terimbas banjir, terlebih lagi kepada Dinas yang menangani jembatan supaya diperhatikan, di dua jembatan tersebut yang berada di wilayah Desa Buni Bakti karena itulah yang menjadi penyebab utama, tersangkutnya tumbuhan eceng gondok dan sampah liar”. Ujar Ahmad Nurman Kepala Desa Kedung Jaya.

Salih staff Desa Buni Bakti. “Proposal pengajuan untuk peningkatan kedua jembatan itu sudah berulang kali di ajukan melalui rapat minggon, bahkan sampai Bupati sendiri sudah datang meninjau, tapi sampai saat ini belum juga terealisasi, karena hampir musim hujan warga Desa Buni Bakti menjadi langganan banjir, mudah – mudahan kalau sampahnya sudah dibersihkan dan jembatan tersebut di perbaiki bisa mengurangi resiko banjir, air dapat mengalir dengan bebas dan tidak terhambat lagi, Kami mohon kepada Dinas – Dinas terkait supaya cepat bisa ditangani, baik dari Dinas Kebersihan dan Dinas yang membangun atau memperbaiki jembatan”. Harapannya.

( Syuri )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *