Pemkab Bekasi Lepas 4 Keluarga Transmigran Menuju Sulawesi Tenggara

REPORTIKAINDONESIA.COM | Kabupaten Bekasi ~ Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan berharap warga Kabupaten Bekasi yang mengikuti program transmigrasi dapat beradaptasi dengan warga setempat dan mengubah taraf ekonomi keluarga dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

“Bekasi ini disatu sisi memang tujuan migrasi tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat kita juga punya peluang sukses di daerah luar. Ada yang dengan inisiatif sendiri migrasinya dan ada juga yang dengan fasilitas pemerintah seperti tranmigrasi yang kita lakukan saat ini,” kata Dani usai melepas warga yang akan berangkat transmigrasi ke Kabupaten Muna, Sulawesi Tengara di ruang rapat KH Raden Makmun Nawawi, Selasa (18/10).

Bacaan Lainnya

Dari hasil sosialiasi yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, diakui Dani peminat program tranmigrasi di Kabupaten Bekasi cukup tinggi. Namun dari hasil seleksi, hanya empat kepala keluarga (KK) berisi 19 orang yang bisa difasilitasi pemerintah pusat di tahun ini.

“Karena kalau di Bekasi cari lahan sehektar atau dua hektar itu susah. Secara teknis penduduk bertambah, tetapi lahan tidak bertambah sehingga konflik kepentingan pemanfaatan lahan juga tinggi. Yang lemah baik dari sisi ekonomi, akses, ini kan menjadi tanggung jawab pemerintah. Kalau kita kasih tanah agak mustahil karena harganya mahal dan luas lahan pertaniannya sendiri semakin berkurang. Maka solusi yang paling efektif itu adalah bertransmigrasi dan itu juga betul-betul dimanusiakan, mereka sudah dilatih, dibekali, pelaratan disiapkan, termasuk transportasinya juga,” kata dia.

Di tahun pertama, sambungnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan memberikan pendampingan atau melakukan monitoring terhadap perkembangan transmigran asal Kabupaten Bekasi yang ada disana.

“Kita juga dorong agar ketika bapak-bapak nya bertani, ibu-ibunya di rumah punya penghasilan tambahan dengan mengolah hasil pertaniannya. Karena kalau sudah diolah mungkin hasil pertaniannya tidak mudah rusak, bisa bertahan beberapa bulan dan juga punya nilai jual lebih. Makanya tadi saya pesankan yang pertama adaptasi, menyesuaikan dimana bumi dipijak disitu bumi dijunjung. Kedua yakin dan ketiga kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas,” kata Dani.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi memberangkatkan empat kepala keluarga (KK) berisi 17 orang asal Kecamatan Pebayuran untuk tranmigrasi ke Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi menjelaskan tahun ini Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang terpilih oleh pemerintah pusat untuk mengirimkan transmigran selain Cianjur dan Indramayu. Mereka akan menempati perkampungan transmigran di Desa Raimuna, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna.

“Di perkampungan itu para transmigran akan menerima fasilitas dari pemerintah. Berupa rumah dinding tembok tipe 36 lengkap dengan pekarangan dan lahan untuk usaha (bercocok tanam) yang akan diberikan secara bertahap dengan total luas kurang lebih 2 hektare,” kata Edi Rochyadi.

“Jika dalam beberapa tahun lahan itu bisa dimanfaatkan atau dikelola dengan baik (produktif), maka lahan tersebut akan menjadi hak milik alias disertifikatkan,” imbuhnya.

Selain itu, jaminan hidup atau kebutuhan pokok mereka selama satu tahun juga telah disiapakan. Pemerintah Kabupaten Bekasi ikut memberikan kontribusi dengan memberikan bantuan berupa uang saku sebesar Rp10 juta setiap KK.

“Karena fasilitasnya lengkap, kami berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan para transmigran bersama keluarga,” kata Edi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Peluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Bekasi, Endang menjelaskan jarak perkampungan dengan fasilitas pendidikan maupun kesehatan sangat terjangkau.

“Karena ini kan wilayah pengembangan dan sudah ada ratusan transmigran dari daerah lain sebelumnya jadi akses jalan, air, sekolah, puskesmas, pasar dan sebagainya sudah ada,” kata dia.

Pihaknya mengaku akan melakukan monitoring atau memantau perkembangan transmigran asal Kabupaten Bekasi yang ada disana selama masa penyesuaian diri.

“Kita akan monitoring. Dengan fasilitas yang lengkap dan lahan yang luas, mudah-mudahan mereka kerasan dan hasil pertaniannya juga mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran asal Kabupaten Bekasi,” kata dia. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *