Reportikaindonesia.com // Lebak, Banten – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan keterampilan siswa dan meningkatkan kesempatan kerja sehingga dapat membantu meningkatkan daya saing lulusan di Pasar Kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menggelar kegiatan Link & Match dengan DUDIKA di SMKN 1 Rangkasbitung pada Jum’at, 12/12/2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 Kepala Sekolah SMK, yang terdiri dari 23 SMK Negeri dan 27 SMK Swasta yang ada di wilayah Kabupaten Lebak.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus membuka kegiatan oleh Kepala SMKN1 Rangkasbitung, Edi Ruslani, SE, MM selaku tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tersebut.
“Saya mengucapkan terimaksih bahwa SMKN1 telah ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan pada hari ini, dan pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan Kepala Sekolah bahwa salah satu indikator mutu atau kualitas sekolah adalah dapat dilihat dari akreditasi sekolah itu sendiri, baik sekolah negeri maupun swasta, ujarnya.
Ditambahkannya, “peningkatan mutu atau kualitas sekolah menjadi sangat penting apalagi menjelang akreditasi tahun 2026, baik sekolah negeri maupun swasta sehingga sekolah harus terus ber-inovasi pada peningkatan akreditasi sekolah, bagaimana sekolah mampu mensikapi dan menciptakan sekolah yang nyaman serta ramah anak, sekolah hijau dan berkualitas, sekolah yang good governance dan akuntabel sehingga sekolah menjadi sebuah pilihan masyarakat, begitu pula sekolah harus membenahi keterserapan lulusan ke dunia usaha, dunia kerja, dunia industri serta berwirausaha sangat penting, tegasnya.
Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten wilayah Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, S.Pd, M.Si pada paparannya sebagai nara sumber menekankan bahwa pada tahun 2026 agar dioptimalkan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di setiap lingkungan sekolah.
“Saya ingin lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, oleh karena itu penghijauan sekolah melalui Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi sangat penting, dan diharapkan beberapa sekolah agar dapat menambah lahannya untuk lahan praktek, serta ke depannya sektor pendidikan salah satunya akan menjadi leading sektor untuk ketahanan pangan pada tahun 2026,” paparnya.
Korwil Banten: Endang Mulyawan.


