Reportikaindonesia.com // Sragi Lampung Selatan, Lampung – Puluhan hektare sawah di Desa Marga Sari dan Desa Mandalasari Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan , terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sore hingga malam hari, sabtu (3/1/2026).
Peristiwa ini mengancam potensi gagal panen bagi para petani setempat, Menanggapi bencana ini, pemerintah kecamatan bersama warga GAPOKTAN Khususnya terdampak akan segera melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat.
Kronologi dan Dampak
Banjir mulai merendam area persawahan pada Jum’at 2 Januari 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Air dari luapan Sungai Way Pisang Kecamatan Palas Yang Tanggulnya Jebol dan mengaliri persawahan disekeliling sungai way pisang dan menyebabkan genangan meluas ke lahan pertanian.
Diperkirakan sekitar 400 an hektare tanaman padi yang baru berumur sekitar 10 Hari terendam air. Jika air tidak segera surut dalam waktu dekat, petani terancam mengalami kerugian finansial yang signifikan karena pohon padi bisa membusuk.
Pj kades marga sari Amar Sumarna menyampaikan saat dilokasi,” banjir ini diakibatkan derasnya curah hujan dan ditambah jebolnya tanggul way pisang didesa pematang Baru, hinga merendam padi yang sudah ditanam seluas 20 H, untuk desa marga sari dan 60 Mandala sari dan untuk jumlah keseluruhan ±430 H,” ucapnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar slalu waspada karna curah hujan masih tinggi dan dapat menjaga anak anak karna air yang melipasi jalan penghubung marga sari dan baktirasa debit airnya makin naik dan arusnya sangat kuat saat ini ketinggian berkisaran ± 1.cm.
Camat Sragi Wayan Susana, ST, MT , langsung Sidak kelokasi dan mengupayakan penanganan darurat di lokasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok tani dan petugas terkait, untuk berkolaborasi membersihkan sampah dan lumpur yang menyumbat saluran iigasi .
“Gotong royong sangatlah penting untuk mempercepat surutnya air dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada tanaman padi,” ujar Camat Wayan Susana.
Di sela-sela kegiatan monitor, seraya menekankan pentingnya pemeliharaan saluran air secara rutin untuk antisipasi banjir di masa mendatang.
Selain upaya pembenahan saluran, pihak terkait juga sedang mendata kerugian yang dialami petani untuk selanjutnya diusulkan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Warga dan petugas berharap air segera surut dan tidak terjadi hujan susulan” Ungkap Camat.
(Made.S)



