Reportikaindonesia.com // Palas Lampung Selatan, Lampung – Petani desa pematang Baru dan desa Palas aji kecamatan Palas kabupaten Lampung Selatan menjerit padi yg sudah berumur 10 hari-25 hari hawatir terancam terendam banjir akibat jebol tanggul kali pisang
Tanggul tersebut merupakan saluran irigasi jaringan Sireng primer kali pisang yang mengalirkan air dari pegunungan raja basah bermuara kedesa Bandan Hurip hingga kini masih menganga jebol karna banjir bulan lalu tanpa ada tindakan.
Menurut warga desa pematang Baru Ramli merasa kecewa dengan kinerja dinas terkait,
Dari tanggal 3 Januari 2026 sampai hari ini tanggal 1 februari 2026 belum kunjung di benahi. Karna diwaktu jebolnya tanggul sudah dilaporkan ke pihak dinas terkait, namun sampai saat ini belum juga terealisasi hingga hujan semalam sawah yang berada diarea ini terancam banjir karna luapan air masuk .
Saat ini petani merasa was was dengan masuknya air ke persawahan sangat deras, jika ini dibiarkan dan tidak ada tindakan pasti akan terancam banjir menenggelamkan padi yang sudah tanam.
Ia juga berharap kepada Bapak Bupati Lampung Selatan Radityo Egi dan pemerintah dinas balai besar BWS agar dapat segera tanggul yang jebol saluran kali pisang ini mendapat perhatian khusus, agar petani yang ada diwilayah kecamatan Palas ini tidak merasa was was,” tambahnya.
(Made.S)



