Reportikaindonesia.com // Banten – Bupati Tangerang, Moch.Maesyal Rasyid turun langsung sidak lapak penjualan herwan kurban untuk memastikan bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha 1667 H, hewan kurban yang dijual di Lapak Mbakul Lembu Bencongan Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang kondisinya sehat, serta sesuai dengan standar kesehatan, Tangerang, Jumat (22 Mei 2026).
Pada saat sidak lapak Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang telah melakukan pemeriksaan mengenai kesehatan hewan kurban di beberapa lapak penjualan agar diketahui bahwa hewan kurban secara keseluruhan dalam kondisi sehat.
“Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan dari DPKP Kabupaten Tangerang untuk memastikan apakah hewan kurban sehat atau tidak.
Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat dan masuk dalam kategori Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” ujar Maesyal Rasyid
Selanjutnya disampaikan bahwa hewan kurban yang dianggap sehat boleh diperjualbelikan kepada masyarakat namun yang tidak memenuhi syarat kesehatan dilarang diperjualbelikan, tegasnya.
Berdasarkan data dari DPKP Kabupaten Tangerang, hingga saat ini tercatat sebanyak 334 lapak penjual hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Seluruh lapak tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan telah diberikan simbol atau identitas sehat sebagai tanda layak jual.
Pemilik lapak Mbakul Lembu, Indra mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan 72 ekor sapi dan 195 ekor kambing yang seluruhnya telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh dokter hewan DPKP Kabupaten Tangerang.
“Kalau jumlah sapi ada 72 ekor, kambing ada 195 ekor, semuanya sudah diperiksa langsung oleh dokter dari Kesehatan hewan DPKP dan dinyatakan 100 persen hewan dari Mbakul Lembu kondisinya sehat,” dan semua hewan yang dijualnya berasal dari peternakan sendiri dengan perawatan rutin, ujarnya.
Dijelaskannya bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban dilakukan secara detail meliputi bagian mulut, kaki, hingga kuku untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Karena dua atau tiga tahun lalu sedang marak penyakit PMK, Alhamdulillah saat ini tidak ada.
Pemeriksaannya meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku,” jelasnya lagi.
(Korwil Banten : Jurnalis Endang Mulyawan)



