Reportikaindonesia.com // Bandung, Jawa Barat – Berakhirnya kegiatan “Kelas Jurnalis HAM” yang digelar oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, termasuk kalangan mahasiswa dan pers kampus yang turut hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Amelia, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam forum pembelajaran isu hak asasi manusia dan jurnalistik.
Amelia yang merupakan mahasiswa jurusan Hukum sekaligus aktif dalam advokasi KDR serta pendampingan korban pelecehan seksual itu menyebut forum seperti “Kelas Jurnalis HAM” penting untuk memperluas perspektif mahasiswa dan jurnalis muda dalam memahami isu HAM secara lebih substantif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Hak Asasi Manusia RI dan rekan-rekan serta para wartawan dari berbagai media yang telah membersamai atas undangan dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami sebagai mahasiswa, khususnya perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Komisariat UIN Susan Gunung Djati Bandung sekaligus bagian dari pers mahasiswa di kampus,” ujar Amelia kepada Media Reportika Indonesia usai penutupan kegiatan, Jumat (22/05/2026).
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, insan pers, mahasiswa, dan komunitas advokasi HAM.
“Semoga ke depan forum seperti ini dapat terus berlangsung dan semakin membuka ruang kolaborasi serta pembelajaran bagi jurnalis muda dan mahasiswa,” lanjutnya.
Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kesadaran kritis generasi muda terhadap isu hak asasi manusia, termasuk persoalan kekerasan berbasis gender dan perlindungan korban pelecehan seksual yang masih menjadi tantangan serius di lingkungan sosial maupun pendidikan.
“Kelas Jurnalis HAM” sendiri menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari kalangan akademisi, praktisi HAM, hingga pejabat negara, dengan fokus pembahasan pada pengarusutamaan HAM, kebebasan pers, serta penguatan demokrasi dan akuntabilitas publik di Indonesia.
(Din)



