Reportikaindonesia.com // Kota Tasikmalaya, Jawa Barat – 10 Juli 2026. Pelantikan Budi Martanova sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan tata kelola kebencanaan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Budi dilantik bersama Kepala Dinas Sosial serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) oleh Wali Kota Tasikmalaya di Gedung Creative Center (GCC), Kompleks Dadaha, Jumat (10/7).
Dalam sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa promosi jabatan tersebut merupakan hasil penerapan Manajemen Talenta sebagai implementasi sistem merit yang menitikberatkan pada kompetensi, integritas, rekam jejak, potensi, dan kinerja aparatur.
Khusus kepada Kepala Pelaksana BPBD yang baru, Wali Kota memberikan amanah strategis untuk memperkuat mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau panjang, serta membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin responsif dan terintegrasi.
Penunjukan Budi Martanova dinilai selaras dengan kebutuhan BPBD Kota Tasikmalaya saat ini. Dengan latar belakang pendidikan Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota), ia memiliki bekal akademik yang erat kaitannya dengan penataan ruang, analisis risiko kawasan, pengelolaan lingkungan, hingga perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang tidak hanya berorientasi pada penanganan saat terjadi bencana, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pengurangan risiko.
Pendekatan planologi menempatkan aspek tata ruang sebagai instrumen utama dalam mengidentifikasi kawasan rawan bencana, mengendalikan pemanfaatan ruang, serta menyusun strategi pembangunan yang adaptif terhadap ancaman hidrometeorologi maupun bencana lainnya. Dengan demikian, kebijakan BPBD diharapkan semakin terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Selain memiliki kompetensi akademik yang relevan, Budi Martanova dikenal sebagai aparatur sipil negara yang profesional, tangguh, dan memiliki kredibilitas dalam menjalankan berbagai amanah jabatan. Rekam jejak birokrasi yang dimilikinya diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.
Ke depan, tantangan BPBD Kota Tasikmalaya tidak hanya menghadapi potensi bencana alam akibat perubahan iklim, tetapi juga memperkuat edukasi kebencanaan, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta sinkronisasi penanggulangan bencana dengan kebijakan penataan ruang dan pembangunan daerah.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan kelembagaan BPBD Kota Tasikmalaya, sehingga upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berbasis pada kajian risiko kebencanaan demi melindungi keselamatan masyarakat Kota Tasikmalaya.
(Din)



