Reportikaindonesia.com // Tana Toraja, Sulawesi Selatan – Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, dr. Erni Yetti Riman minta maaf dan memberikan bantuan kepada pedagang Tarakko keliling (jajanan khas Toraja terbuat dari ubi kayu), MS, usai mengalami dugaan Bullying yang bermula dari unggahan di medsos.
Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan kami meminta maaf secara tulus kepada Ibu MS serta keluarga,” ucap Ketua TP PKK sambil meneteskan air mata, Rabu (02/09/2026).
Selain itu, pertemuan juga digelar di rumah jabatan Bupati Tana Toraja Kecamatan Makale.
Persoalan bermula usai Upacara HUT Tana Toraja ke-69 dan hari jadi Toraja Ke-779 di Lapangan To’bone, Lingkungan Rante, Kelurahan Makale, Kecamatan Makale, Minggu [31/8/2026].
Beredar cuitan di media sosial yang menyebut MS merasa dilecehkan dengan ucapan “kamu jangan bohong”. Hal itu memicu komentar beragam dari warganet.
Untuk menyelesaikan, kedua pihak dipertemukan secara kekeluargaan di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja.
Dalam pertemuan, dr. Erni Yetti Riman menyampaikan permohonan maaf. “Saya minta maaf jika perkataan saya menimbulkan rasa tidak nyaman. Niat kami menertibkan, tapi saya lupa ada ibu-ibu yang mencari nafkah. Mari kita sama-sama jaga Tana Toraja,” ujarnya.
MS menerima maaf tersebut. Ia juga meminta publik menghapus unggahan terkait persoalan ini.
“Tolong yang memposting kami supaya dihapus karena kami sudah berdamai,” ucap MS.
Pertemuan ditutup dengan pelukan dan pemberian bantuan modal usaha dari TP PKK untuk MS dan pedagang asongan lainnya. Ke depan, TP PKK berkomitmen memasukkan produk UMKM seperti kerupuk tarakko ke bazar PKK.
(Sal)



