Reportikaindonesia.com // Toraja Utara, Sulawesi Selatan – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Toraja melakukan Audiens dengan Kapolres Toraja Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta mendorong kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua GMKI Toraja, Alan Prasetya beserta BPC GMKI TORAJA menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang sinergis antara GMKI dan POLRES Toraja Utara. Menurutnya, mahasiswa dan kepolisian memiliki peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat, namun dapat bekerja bersama untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang di daerah.
Terkhususnya persoalan kelangkaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat secara nasional maupun di Sulawesi Selatan terkhusus di Toraja Utara.
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi BBM perlu dilakukan secara bersama-sama agar subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Ia menilai sejumlah praktik yang berpotensi menyebabkan distribusi BBM bersubsidi tidak tepat sasaran perlu menjadi perhatian, mulai dari dugaan penimbunan, pembelian secara berulang, penggunaan kendaraan dengan data yang tidak sesuai, hingga berbagai bentuk manipulasi dalam proses pengisiaan.
“Isu kelangkaan BBM menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, perlu ada pengawasan yang lebih kuat terhadap praktik-praktik yang dapat merugikan Masyarakat.
Sorotan tersebut sejalan dengan langkah aparat kepolisian terkhusus, POLRES Toraja Utara juga melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap sejumlah SPBU sebagai bagian dari upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
Selain persoalan BBM, GMKI TORAJA juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap berbagai persoalan sosial atau penyakit sosial yang ada di Toraja Utara.
Menurutnya, persoalan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.
“Penyakit sosial yang ada di Toraja Utara juga perlu menjadi perhatian bersama. Kami melihat bahwa pengawasan dan pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif. GMKI siap mengambil bagian melalui edukasi, penyadaran kepada masyarakat, serta membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
GMKI Toraja siap menjadi mitra kritis kepolisian dengan tetap mengedepankan komunikasi, dialog, dan kepentingan masyarakat.
(Sal)



