Reportikaindonesia.com // Kota Tasikmalaya, Jawa Barat – Di tengah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau, kehadiran armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya membawa kelegaan bagi warga Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026, BPBD Kota Tasikmalaya kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah tersebut. Bantuan itu menjadi salah satu bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
Bagi masyarakat Sambongpari, pasokan air bersih bukan sekadar bantuan rutin, tetapi menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama memasak, minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sejumlah warga menyampaikan rasa terbantu dengan adanya distribusi air tersebut. Di tengah sulitnya memperoleh air selama musim kemarau, pasokan dari BPBD dinilai cukup meringankan beban masyarakat.
“Kami merasa tertolong dengan adanya bantuan air ini. Saat kondisi air sulit, bantuan seperti ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari,” demikian ungkapan warga yang menerima pasokan air.
KEKERINGAN MASUK PENANGANAN BENCANA
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa persoalan kekeringan yang terjadi saat ini telah masuk dalam kategori bencana hidrometeorologi kering.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan dampak kekeringan dan fenomena El Nino. BPBD pun melakukan penanganan berdasarkan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah.
“Karena ini masuk kategori bencana yang disebabkan oleh dampak kekeringan/El Nino di Indonesia. Siklus cuaca El Nino sekitar empat tahun. Sekarang masuk tahun ketiga, tetapi dampaknya sudah seperti sekarang,” ujar Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova.
Ia menambahkan, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi El Nino masih perlu diantisipasi pada 2026 hingga 2027.
BPBD Kota Tasikmalaya juga menetapkan status siaga dalam menghadapi kondisi tersebut, terhitung 15 Juli sampai 10 Oktober 2026, sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG.
1,7 JUTA LITER AIR DIDISTRIBUSIKAN
Respons terhadap kekeringan dilakukan berdasarkan kondisi lapangan dan laporan kebutuhan masyarakat. Sejumlah wilayah mengajukan permohonan pasokan air bersih karena sumber air masyarakat mengalami keterbatasan.
Hingga saat ini, BPBD Kota Tasikmalaya mencatat sekitar 1,7 juta liter air bersih telah didistribusikan. Pengiriman dilakukan melalui 377 rit kendaraan tangki ke berbagai wilayah terdampak.
Bantuan tersebut menjangkau 187 titik lokasi di 48 kelurahan pada 10 kecamatan, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 25.726 kepala keluarga atau 81.486 jiwa.
Distribusi ke Sambongpari menjadi gambaran bahwa persoalan kekeringan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Tasikmalaya.
Bagi warga, yang paling penting bukan hanya seberapa banyak air yang dikirim, tetapi kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka tetap dapat dipenuhi ketika sumber air mulai mengering.
Karena itu, distribusi air bersih diharapkan terus dilakukan secara terukur berdasarkan data kebutuhan dan kondisi faktual di lapangan, sehingga bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air.
(Din)



