Reportikaindonesia.com // Lebak, Banten – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak menggelar Bimbingan Teknis bagi Petugas Antar Kerja (PAK) pada 20 (duapuluh) Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri/Swasta di Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026 mulai tanggal 23-25 Juni 2026, bertempat di Hotel Maris, Lebak (23/6/2026).
Hadir pada acara Bimbingan Teknis, Kadisnaker Kabupaten Lebak, Drs.Dedi Lukman Indepur, M.Si, Kabid P3TK Disnaker Lebak, Deni Triasih, S,Kp, M.Kp, pejabat perwakilan Kemnaker RI, pejabat Disnaker Lebak lainnya, serta para Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) pada 20 (duapuluh) SMK Negeri/Swasta di Kabupaten Lebak.
Dedi Lukman menyampaikan bahwa Bimtek pada BKK SMK Negeri/Swasta di Kabupaten Lebak merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan penguatan petugas antar kerja pada BKK pada SMK Negeri/Swasta.
“Penyelenggaraan Bimtek ini sudah menjadi agenda rutin Disnaker Kabupaten Lebak dalam rangka peningkatan kapasitas dan penguatan petugas antar kerja BKK bagi SMK Negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Lebak”, ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama bimtek ini adalah agar semua BKK terdaftar e-BKK nya, terjalinnya sinergitas kurikulum SMK dengan perusahaan pemberi kerja serta ketersediaan lapangan kerja yang sesuai kebutuhan dan kompetensi lulusan, tegasnya
Sementara, Ketua Forum BKK Kabupaten Lebak, Dian Mudiana, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disnaker Lebak yang telah memfasilitasi BKK mengikuti Bimtek ini.
Lanjutnya bahwa BKK memiliki peran strategis dalam membantu Pemerintah menurunkan angka pengangguran khususnya di Kabupaten Lebak.
Ditempat yang sama, pengurus FBKK Provinsi Banten, Burhanudin,ST, berpendapat bahwa peran Pemda dalam hal ini Disnaker sebagai leading sektor, memiliki peran kordinatif dan kolaboratif pada level hubungan birokrasi dengan stakeholder yang terkait dengan ketenagakerjaan.
“Implementasi kolaborasi, koordinasi dan partisipatif antara Disnaker dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya para penilik perusahaan maupun sektor industri lainnya harus secara nyata dilaksanakan”.
Menurutnya Disnaker memiliki kapasitas mendudukkan para pimpinan perusahaan membangun Link and Match dengan Pemda agar output lulusan memiliki linearitas dengan jurusan dan kompetensi yang dimiliki para alumni.
Oleh sebab itu lanjut Burhan, Kepala Satuan Pendidikan seharusnya berperan aktif membantu BKK dalam memfasilitasi informasi sekaligus kerjasama dengan perusahaan sehingga menjadi peluang kerja bagi alumni nya,
Dengan demikian rekomendasi usulan rekrutmen alumni ke dunia kerja dapat terealisasi sesuai kompetensi dan kebutuhan pencaker.
Burhan juga menambahkan peran Kepala Sekolah SMK diharapkan lebih fokus dan siap berkolaborasi lebih intensif mengenai BKK, dan sebagai produk penyedia SDM kejuruan yang kompetitif dengan perusahaan
Demikian pula indikator keberhasilan satuan pendidikan dalam membangun dan meningkatkan kapasitas lulusannya terserap di dunia usaha dan dunia industri lebih objektif dan berkelanjutan pungkasnya.
(Korwil Banten : Jurnalis Endang Mulyawan)



